Maret 11, 2012

Aku Luar Biasa

        “Selembar kertas ini hadir sekedar menyapa. Berbagi senyum dan cinta. Dengan bening sepasang bola mata sahabat, mari menyusuri hingga titik terakhir. Jangan bergeming apalagi berpaling. Karena ini adalah sulaman kata yang akan merajut semangat. Hanya teruntuk sahabat yang luar biasa.”
          Sesungging senyum tertoreh indah di sudur bibir. Kala seragam abu-abu indah membalut tubuh. sahabat adalah orang yang beruntung. sahabat adalah orang yang luar biasa. Begitu sosok sahabat di mata sebagian orang kini. Kata mereka sahabat sukses merengkuh pilihan hidup. Mereka tidak sedang memuji, tetapi mengungkapkan kenyataan. Menjadi siswa baru di sini, di sma alfa centauri ini, adalah kebanggan tersendiri. Tidaklah mudah mendapatkannya. Banyak yang bermimpi, namun sedikit yang terpilih. Dan alangkah beruntungnya sahabat. sahabat adalah orang yang bermimpi sekaligus terpilih. Satu sanjungan yang layak untuk sahabat adalah “sahabat luar biasa.”
          Hidup ini adalah pilihan. Entah berapa kali kalimat itu telah berulang terngiang di telinga. Namun memang benar. Hidup ini laksana perjalanan. Tidak ada jalan yang terus lurus. Sesekali - dan itu pasti - sahabat akan sampai pada persimpangan. Saat itu sahabat harus memilih. Persimpangan mana yang hendak dilalui. Kiri atau kanan. Tidak elok dan mustahil bisa memilih keduanya. Cukup satu dan memang harus satu. Jika salah memilih, dipenghujung jalan sana ada kegelapan menanti. Siap menderaikan air mata. Jika simpangan yang sahabat pilih adalah benar, maka di ujung perjalanan ada keindahan dan ketenangan siap menyapa. Cukup untuk membuat senyum merekah indah.
           Kini pilihan ada pada sahabat. Simpang mana yang hendak sahabat tapaki. Dihadapan sahabat kini ada pesimpangan. Bukan hanya dua, tiga, atau lima. Ada puluhan persimpangan. Terbentang puluhan pilihan. Pilihan hari ini akan menentukan apakah gerimis air mata atau senyum indah bahagia yang akan sahabat tuai beberapa tahun yang akan datang. Yang jelas jangan pernah memilih jalan yang biasa. Tapakilah jalan yang luar biasa. Agar dirimu menjadi manusia yang tidak biasa. Dan dipenghujung perjalanan hidup nanti dengan bangga, sahabat mampu teriakkan pada dunia bahwa, “Saksikanlah aku luar biasa!”
         Tersebutlah kisah seorang anak kecil. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari tingkahnya. Matanya sayu. Bibirnya ranum namun enggan tersenyum. Bila berjalan kepalanya tertunduk, selalu malu. Duduknya pasti di sudut kelas. Karena merasa diri tidak cerdas. Luka hatinya semakin menjadi, kala karib kerabat menyapanya dengan “Musang berhidung hitam.” Sapaan itu hanya teruntuk baginya, karena ia sering muncul dengan wajah hitam kotor. Lantaran selalu membantu sang ayah yang seorang pandai besi dan memiliki bengkel. Kegemarannya melihat mesin bekerja. Ada kuncup kebahagiaan di hatinya, kala melihat mesin itu menyala bekerja. Ehm, kegemaran yang aneh.
        Kala liburan tiba. Saat sahabat sebaya bergembira ria, ia justru mengurung diri dalam sebuah bengkel kecil. Demi sebuah mimpi katanya. Maka semakin aneh ia di mata para sahabatnya. Hari berganti, tahun berlalu. Ia tetap dalam kebiasaan-kebiasaan anehnya. Hingga usia menginjak 15 tahun ia memilih persimpangan jalan hidupnya. Pergi ke kota besar bernama Tokyo untuk mengadu peruntungan hidup. Awalnya kehidupan terasa berat. Namun ini adalah resiko dari sebuah pilihan simpang hidup. Apakah ia salah memilih persimpangan jalan hidup? Tidak . Pilihan jalan hidupnya telah tepat. Menjadi orang yang luar biasa.
Singkat cerita, kepayahan hidup satu per satu berubah menjadi kesuksesan yang gilang gemilang. Hingga ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan bisnis yang bernama Honda. Ya lelaki si musang berhidung hitam itu adalah Soichiro Honda. Produknya bertebaran dimana-mana. Ribuan mobil dan motornya sementara membanjiri pasar dunia. Inilah buah kenikmatan dari sebuah pilihan perjalanan hidup yang luar biasa.

         sahabat, ketika memilih menjadi orang yang luar biasa, maka bersiaplah. Ada hinaan, terbentang halangan, juga ada sejuta hardikan. Tapi jangan pernah mundur. Semua adalah resiko. Terus tapaki jalan itu, karena di ujung sana kebahagiaan menanti.
Lalu dari berbagai simpangan yang ada, mana simpangan yang bisa mengantarkan sahabat menjadi sosok yang luar biasa? Tak perlu bingung sahabat. Jalan kebenaran itu membentang begitu indah nan jelas. Sang pengenggam alam raya (Allah swt) telah menerangi jalan itu dengan cahaya cinta-Nya. Hanya orang yang berselimut kabut dosa saja yang tak mampu mengindera terangnya. Jalan kebenaran yang luar biasa itu adalah jalan Islam. Tapakilah jalan Islam. Maka menjadi orang yang luar biasa, adalah pasti. Soichiro Honda menjadi orang yang luar biasa, mungkin hanya di dunia. Akhiratnya bagaimana? Tak ada yang bisa menjamin. Namun dijalan perjuangan Islam sahabat akan menjadi insan yang luar biasa, di dunia terlebih lagi di akhirat kelak. Ini bukan sekedar janji kosong tak berisi. Tapi ini adalah janji yang bergaransi. Allah swt yang menggarasi bahwa janji ini pasti benar adanya.
          Syahdan, di negeri Arab sana, negeri tandus nan panas, pernah terjadi kejadian mencegangkan. Di lembah Badar tepatnya, semua itu terjadi. Hari itu 17 Ramadhan, sekitar 300 tentara berkumpul. Mereka adalah orang-orang yang telah memilih simpang jalan yang luar biasa. Simpangan jalan Islam. Di depan sana telah beridiri sosok panglima perang. Wajahnya bersinar menyejukkan bila ditatap para serdadunya. Namun sangar menakutkan bila ditatap tentara musuh. Tatapannya menggetarkan hati. Menciutkan nyali lawan. Sungguh luar biasa lelaki itu. Muhammad namanya. Lelaki Arab yang telah dipilih oleh Tuhan yang tidak mungkin salah pillih, untuk menjadi Rasul bagi umat terbaik (umat Islam).
          Saat itu Rasulullah saw dan 300 sahabatnya telah siap. Pedang-pedang yang tersarungkan rasanya sudah tak sabar untuk diacungkan keluar. Kemudian sayup-sayup terdengar langkah pasukan kafir kian mendekat. Debu padang pasir mengangkasa akibat derap langkah kuda-kuda mereka. kini di hadapan Rasulullah saw dan para sahabatnya, bediri sekitar 1000 pasukan kafir bersenjata lengkap.
         Ya, Allah jumlah mereka tiga kali lipat dari jumlah kaum muslimin. Seolah mustahi mengalahkan mereka. Mundur… mungkin itu pilihan yang terbesit dalam hati. Saat melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang, maka mudur adalah pilihan yang biasa. Dan hanya akan menjadikan anda orang yang biasa. Sebaris tanya datang menyapa, “Lalu pilihan apa yang luar biasa?” jawabnya hanya satu pilihlah untuk maju dan menyerang. Itulah pilihan yang luar biasa dan akan menjadikan anda orang yang luar biasa, yakinlah. Tapi jumlah kita tidak berimbang? Pada tanya itu berilah jawaban, “Ya memang jumlah kita tidak berimbang. Namun cukuplah pertolongan Allah bersama kita. Allah yang akan melipat gandakan kekuatan kita. Karena Allah yang telah menjamin, siapa yang berjuang di jalannya maka Allah akan menolongnya.”
        Dan memang benar 300 manusia luar biasa itu memilih untuk maju. Allah pun menunaikan janjinya. Allah mengirimkan bala tentara bantuan berupa seribu malaikat. Malaikat itu pun turut berperang. Menebas leher orang-orang kafir. Sungguh indah rencana Allah. Menurunkan pertolongan dari tempat yang tidak disangka-sangka. Bahkan diluar akal manusia.
          Tapi inilah upah untuk mereka yang memilih jalan hidup yang luar biasa. Sesekali jalan itu memang penuh dengan rintangan. Simpangan jalan nan luar biasa itu terkadang menuntut pengorbanan yang lebih. Pengorbanan waktu, tenaga, harta, bahkan mungkin nyawa suatu saat nanti. Begitulah jalan perjuangan Islam. Jalannya begitu panjang lagi curam. Gerbangnya telah jauh terlalui, namun ujung jalan belum juga tampak. Tidak perlu takut, karena sahabat tidak melalui jalan itu sendirian. Ada orang-orang lain luar biasa yang juga memilih simpangan jalan perjuangan Islam. Jika sahabat lelah, saat keletihan itu hadir, maka ingatlah mereka ada disamping anda. Mereka adalah sebahat seakidah. Sahabat seperjuangan. Sahabat yang rela berbagi hangatnya selimut Islam bersama sahabat. Jumlah mereka memang tidak banyak. Hanya sedikit. Karena memang yang memilih jalan luar biasa, jalan perjuagan Islam jumlahnya tidak banyak. Coba lihat diperang badar, jumlah kaum muslimin hanya 300 orang. Sedikit. Hanya orang-orang terpilih yang rela bersusah payah di jalan cinta perjuangan Islam. Namun keletihan dan kepayahan kelak akan terbayar. Bukan di dunia tetapi bersiaplah menerima bayarannya di akhirat kelak. Bayaran itu berupa senyum, kecupan, dan pelukan bidadari. Ah, sungguh indah imbalan itu.
          Jangan juga takut memilih simpangan perjuangan Islam. sahabat tidak sendiri menapakinya. Ada Allah swt yang menjadi pendamping kita. Allah adalah sebaik-baik pendamping yang tidak mungkin akan menyesatkan para perindu surga-Nya. Allah pula yang akan menolong siapapun yang telah memilih simpang jalan perjuangan Islam. Jika sahabat telah yakin menitih jalan perjuangan Islam, maka yakinlah pertolongan Allah itu dekat. Ada sahabat, ada Allah dan Rasul-Nya yang membersamai kita mengarungi perisimpangan yang luar biasa ini.
          Namun kembali lagi, hidup adalah pilihan. Terserah pada sahabat, ingin memilih persimpangan jalan yang mana. Apakah akan memilih persimpangan jalan yang seolah indah namun tidak mampu menjadikan sahabat sebagai seorang muslim yang luar biasa? Ataukah simpangan jalan yang katanya memiliki banyak rintangan, namun mampu membuat sahabat menjadi muslim luar biasa calon penghuni surga? Kembali berulang, hidup adalah pilihan.

           Jika sahabat memilih simpangan jalan perjuangan Islam, maka mari datanglah pada kami. Disaat dingin keputusasaan datang menyeruak, mari merapat untuk rasakan hangatnya kobaran api semangat Islam. Insya Allah dengan segenap upaya keras, kami akan menuntun anda menjadi insan muslim spesial. Insan muslim yang luar biasa. Bukan jamannya lagi menjadi orang yang biasa-biasa saja. Karena orang biasa akan tergilas oleh jaman. Dan diakhirat kelak tidak akan mampu mencium aroma surga.
Ingat kembalilah pada Islam. Pilihlah simpangan jalan perjuangan Islam. Karena itu ada jalan terbaik. Sampai jumpa di medan perjuangan Islam. Sampai jumpa di depan gerbang surga, insya Allah.

“sahabat tidak dilahirkan sebagai seorang pecundang, tapi sebagai seorang pemenang, maka jadilah muslim yang luar biasa.”



to `ainun


Actually this is not about death, not that.
Because, I know that everything would be gone in the end,
and death is certain,
and this time it is your turn to go, I really know it.
But what struck me such a great,
is the fact that death can actually decide happiness in oneself,
an instant, then it could make me a miserable half-dead,
like my heart is not in place,
and my body felt empty, lost contents.
You know dear,
it feels like the wind changed suddenly gone dry arid.
At this time the tears that fell, I slipped a long farewell,
the fidelity which you have carved, the bitter sweet memories for you there,
I'm not going to complain, but it's too soon you're here.
They thought I was a good lover you love,
without them knowing it, that you're the one who made ​​me a better lover.
which may be true but I did kecenderunganku is ambiguous,
but you taught me loyalty, so I'm loyal,
you taught me what love is, so I can love you like this.
Good-bye,
You're from Him, and return to Him,
you had nothing for me, and now back to no.
goodbye dear,
light of my eyes, my soul conditioning,
goodbye,
prospective angel my heaven ....

 


                                                                                                                     works: B.J. HABIBIE

Lirik Nasyid

Karena Nya Aku Menolakmu

 
Ini kisahku, saat dulu mengenal cinta semu

Cuma cerita pencarian jati diri anak manusia
Masa belia, serba ingin mencoba segalanya
Tanpa sadar perangkap setan telah menanti di sana
*Cintamu menerangkapku dalam dosa dan
nafsu
Sampai hari itu, kejadian itu
Aku memutuskanmu
Ini penjelasanku
Apa yang engkau mau kuberikan semampuku
Tapi yang satu itu tak boleh berlaku
Meski kau trus meminta tuk lakukan demi cinta
Tapi maaf aku tak mudah tuk tergoda
Saat kau tanya mengapa, Oou ku tak mau
Aku pun yakin menjawab
Karena Nya aku menolakmu
Back to *

Maafkan Aku

Akhi…

rasanya aku telah menemukan kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang tak pernah mengantuk & tak pernah tidur.

Yang siap terus menerus memperhatikan & mengurus ku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap memberikan apapun yang ku pinta. Ia yg bertahta, berkuasa dan memiliki segalanya. Maaf akhi , tapi menurutku kau bukan apa-apa di banding Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapan-Nya. Ia berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Dan akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuat-Nya cemburu. Aku takut hubungan kita selama ini membuat-Nya murka. Padahal Ia Maha Kuat Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras siksa-Nya.

Akhi,,,

belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan oleh-Nya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu. marah karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah….. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau memaafkan & mengampuni kita berdua. Akhi, Ia Maha Pengampun Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Tobat, Maha Penyayang, dan Maha Bijaksana. Akhi, jangan marah ya…. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku pada-Nya. Tidak pada selain-Nya. Tapi tidak cuma aku, akhi… kaupun bisa menjadi kekasih-Nya, kekasih yang amat dicintai & dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangan-Nya, termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri diri hal-hal yang dibenci-Nya. kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita sholehah. Ya.. Wanita sholehah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari Ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakan aku, akhi…

Akhi,

aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya.. saudara dijalan Allah Akhi ..Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mu’min di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, & lebih sejuk dari krim beku. Maaf akhi, tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan kita yang belum Halal. Insya Allah…





by : adinda zakiyah

Maret 10, 2012

Golden Stories

MEMENUHI JANJI


          Pada suatu hari, Rasulullah saw berjanji dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat di dekat batu besar. Rasulullah saw datang terlebih dahulu sebelum waktu yang di janjikan, lalu berdiri di dekat batu besar itu menunggu kedatangan tersebut. Ketika waktu yang telah disepakati tiba, ternyata orang itu belum juga datang.

        Beberapa jam berlalu dari waktu yang telah disepakati, sementara matahari telah naik tepat di tengah - tengah langit sehingga panasnya mulai menyengat tubuh Rasulullah saw yang mulia.Kebetulan saat itu ada beberapa orang sahabat Nabi saw yang satang, lalu mereka melihat Nabi saw dalam keadaan kepanasan. Mereka berkata kepada beliau :
      
      " Wahai Rasulullah, alangkah baiknya kalau engkau berpindah ke tempat yang ada naungannya."

Nabi saw Menjawab :

       " Aku telah berjanji bertemu dengannya di tempat ini, dan aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai dia datang. "

        Setelah berlalu beberapa jam lagi setelahnya, orang itu baru datang. Nabi saw berkata kepadanya :

   " Seandainya kamu tidak datang ke tempat ini, maka aku tidak akan bergerak (dari tempat ini) sampai aku meninggal."

Maret 09, 2012

Bagaimana mungkin aku bisa istirahat

"Saat aku lelah menulis dan membaca
Di atas buku - buku ku letakkan kepala
Dan saat pipiku menyentuh sampulnya
Hatiku tersengat, Kewajibanku masih berjebah
Bagaimana mungkin aku bisa istirahat? "


_Imam An-Nawawi_